Tangerang, Jum’at (11/10/2019), tepat pada pukul
8.30 pagi telah terjadi aksi demontrasi warga desa pangkalan, aksi tersebut
dikarenakan warga kecewa dengan sistem pilkades yang saat ini sedang memasuki
tahap pemilihan bakal calon (balon), sistem ini memang baru diterapkan tahun
ini.
Warga di desa pangkalan berbondong-bondong ke kantor
desa pangkalan untuk melakukan protes terhadap pilkades tersebut. Kejadian tersebut
akhirnya berimbas dengan tertutupnya akses jalan yang berada di desa pangkalan
menuju tanjung pasir ataupun sebaliknya, dari hal ini para pengendara mendapati
kekecewaan terhadap penegak hukum yang ketika dipertanyakan soal akses jalan
malah mengarahkan untuk putar balik dan mengambil akses jalan melewati rute kampung
besar, jelas itu adalah rute yang sangat jauh bagi pengendara motor ataupun
mobil.
Warga menuai kekecewaan karena dalam sistem ini para
bakal calon yang tidak lulus uji kompetensi harus tereleminasi (gugur) dalam
tahap pilkades. Dari hal itu kekecewaan para warga mulai tersulut untuk
melakukan aksi demonstrasi dan berujung tertutupnya
akses jalan raya, juga ketidaktegasan Penegak hukum dalam mengatur aksi protes
tersebut hingga merugikan pengendara.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar