Halaman

Kamis, 24 Maret 2022

Adanya SMPN 4 Teluknaga Berada di Desa Lemo, ini tanggapan LSM-LBH KAMPAK MAS RI PROVINSI BANTEN kepada Kades Lemo.

Kepala Desa Lemo H.Satria S.ip (Batik hijau) didampingi lsm-lbh kampak mas RI Ahmad Yani (Litbang), M.Jayana Black (waket) dokumentasi kantor desa lemo.

Tangerang – LSM-LBH KAMPAK MAS RI PROVINSI BANTEN yang hadir pada acara sosialisasi terkait akan diadakannya sekolah SMPN 4 Teluknaga yang berada di desa Lemo berikan dukungan penuh kepada kades lemo Satria untuk percepatan pembangunan gedung sekolah tersebut, seperti apa yang dikatakan oleh ketua Litbang Kampak Mas Ahmad Yani "kami kampak mas berdasarkan instruksi ketua Banten Ahmad Zaini akan sepenuhnya mendukung keberadaan sekolah tersebut, namun dalam pelaksanaannya kami ingin kebersamaan, merangkul semua tokoh baik lembaga, anggota legislatif, para tokoh masyarakat dan lainnya" begitu paparnya bersama waket Banten M.Jayana Black.

Seperti diketahui, Masyarakat Desa Lemo bersama kepala desa, tokoh agama dan anggota DPRD Kabupaten Tangerang H Hermawan Atmaja mendukung penuh wacana adanya Sekolah SMP Negeri 4 Teluknaga.

Pasalnya, gedung sekolah yang akan dibangun di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang tersebut, untuk memudahkan warga mengenyam ilmu pendidikan di sekolah milik pemerintah selama sistem zonasi.

“Saya setuju ada gedung sekolah SMP Negeri di Desa Lemo, selain membantu lulusan Sekolah Dasar Negeri, bisa juga ringankan beban finansial orang tua murid,” kata wakil masyarakat Desa Lemo, Ustadz Masrik kepada kampakmasri.co.id dan Mata86.com, Kamis (24/3/22) siang.

Menurut Masrik, dengan adanya gedung sekolah SMP Negeri di Desa Lemo memudahkan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya ketingkat yang lebih tinggi, dengan akses jalan yang lebih dekat ditempuh.

“Kalau ada sekolah SMP Negeri yang dekat untuk melanjutkan sekolah peluangnya sangat besar sekali, karena kalau untuk masuk di SMP Negeri lain jaraknya cukup jauh dan memakai sistem zonasi,” ujarnya.

Masrik menyebut, dengan adanya sistem zonasi masyarakat Lemo dan Muara selama ini sangat kesulitan untuk melanjutkan anak-anaknya sekolah ditingkat SMP Negeri, karena jumlah kuota yang dibatasi oleh pihak sekolah.

“Ya betul, sistem zonasi yang membatasi anak-anak di Desa Lemo dan Muara untuk masuk sekolah negeri sangat jauh sekali, karena jumlah kuotanya yang dibatasi,” lugasnya.

Sementara itu Kepala Desa Lemo, Satria menginginkan pihak pemerintah secepatnya mengadakan pendidikan sekolah SMP Negeri di wilayahnya. Karena ia melihat masyarakat Lemo sangat antusias ingin melanjutkan pendidikan di SMP Negeri.

“Saya ingin di tahun ini bisa dibuka PPDB tahun ajaran 2022-2023, karena masyarakat saya anak-anaknya ingin masuk sekolah di SMP Negeri, karena daftar di sekolah negeri lain agak sulit dengan sistem zonasi,” ungkapnya.

Satria sangat bersyukur dengan adanya wacana gedung sekolah SMP Negeri di Desa Lemo. Dirinya melihat, dengan adanya sekolah negeri di wilayahnya bisa meningkatkan pendidikan untuk masyarakatnya di sekolah Negeri.

“Makanya saya bersyukur adanya SMP Negeri di Desa Lemo, untuk meningkatkan sarana anak-anak, yang biasanya sekolah di swasta bisa sekolah negeri,” paparnya.

Disisi lain, anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Golkar, H Hermawan Atmaja sangat mensupport adanya gedung sekolah SMP Negeri di Desa Lemo, karena bisa membantu masyarakat yang terkena sistem zonasi.

“Kalau saya sih support aja selama itu baik untuk masyarakat, dan bagi yang belum bisa sekolah negeri karena zonasi, berkat adanya SMP Negeri 4 Teluknaga di Lemo masyarakat bisa daftarin anak-ananya masuk sekolah negeri,” tukasnya.

Sumber: Mata86.com (ridwan/ig)

Red: MjBlacK


Tidak ada komentar:

Posting Komentar