Teluknaga, selasa
(16/06/2020) Pembagian paket sembako sebanyak 4.290 KK, yang dilakukan di enam
titik meliputi wilayah desa kp.besar kecamatan teluknaga kabupaten tangerang,
menuai kecaman dari Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Politik dan
Korupsi Masyarakat Adil Sejahtera Republik Indonesia – DPD LSM-LBH KAMPAK
MAS-RI PROVINSI BANTEN, Instansi Pemerintahan desa Kp.Besar, Tokoh Masyarakat
dan Muspika Teluknaga, pasalnya demi kepentingan politik, distribusi tersebut
di duga mendapat klaim dari seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai bakal
calon kepala desa kp.besar berinisial A.P, dengan beredarnya salah satu video
di sosial media melalui seorang simpatisan, yang menyatakan bahwa kegiatan
tersebut adalah program darinya.
Dedy Apriadi Kepala
Desa Kp.Besar saat ditemui dikediamannya oleh Hasanudin Gudel Sekjend LSM
KAMPAK MAS RI - DPD BANTEN, Dedy menyatakan tidak mengetahui sama sekali tentang
program dan kegiatan distribusi sembako dari Kemensos, Dedy sangat menyayangkan
kegiatan positif tersebut, yang menurutnya tidak ada tembusan kepadanya sebagai
laporan apalagi meminta izin darinya, “terus terang saya menilai kegiatan ini sangat
positif, terlepas siapapun yang menjadi inisiator dalam kegiatan tersebut,
karena biar bagaimanapun juga warga yang menerima bantuan sembako adalah warga
saya juga, namun saya sangat kecewa, karena ini jelas program pemerintah, dan
sudah menyalahi aturan dan prosedur, tidak ada laporan kepada saya ataupun Instansi
Pemerintahan Desa Kp.Besar” berikut pernyataan Kades Kp.Besar yang biasa disapa
Lurah Batok.
Di tempat yang
berbeda Camat Teluknaga Bpk. Supriyadinata saat melakukan komunikasi melalui
telepon seluler dengan Kades Kp.Besar dihadapan Wakil Ketua DPD BANTEN M.
Jayana Black menyatakan kekecewaannya, karena dalam kegiatan tersebut tidak
adanya laporan ataupun izin kepada Muspika Teluknaga, dan siap segera
melaporkan ke Dinas terkait dan Bupati Kabupaten Tangerang tentang tindak
pelanggaran prosedur, yang dilakukan oleh sekelompok ataupun kepanitiaan
pembagian bansos paket sembako Kemensos.
Menyikapi hal
tersebut H. Ahmad Bustomi sebagai Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Badan
Penelitian Aset Negara (BPAN) akan mendukung dan turut serta membuat
laporan karena menurutnya bantuan
Kemensos Desa Kp.Besar diduga ditunggangi dan dijadikan ajang Politik salah
satu Bakal Calon Desa Kp.Besar.
Dan pernyataan
sikap tegas dari Ketua DPD LSM-LBH KAMPAK MAS-RI PROVINSI BANTEN Ahmad Zaini
atau biasa disapa Bang Encek “saya sendiri yang akan melaporkan jika ini
terbukti pencitraan politik kotor, sebab program Pemerintah RI melalui Kemensos
adalah murni dari Pemerintah Pusat, bukan dari personal ataupun sekelompok
orang yang tidak bertanggung jawab .” Tegas Ketua DPD BANTEN.
(Mjblack)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar